Bersaksi Tentang Karya Allah yang Besar

Bersaksi Tentang Karya Allah yang Besar

Artikel

Yohanes 14:1-14

Apabila ada seseorang yang telah sekian lama dekat dengan kita dan akan meninggalkan kita,
tentu itu tidak menyenangkan. Namun bila ada alasan dan tujuan untuk kebaikan, maka kita dapat
memahaminya. Murid-murid Tuhan Yesus gelisah karena Dia akan meninggalkan mereka, maka
Tuhan Yesus menyampaikan alasan dan tujuan kepergian-Nya. Tuhan Yesus pergi ke rumah Bapa
untuk menyediakan tempat bagi para murid, dan di rumah Bapa banyak tempat. Namun Dia akan
membawa mereka ke tempat-Nya, supaya di tempat dimana Dia berada, mereka berada (ayat 2,3).
Maka mereka diminta untuk percaya kepada Allah dan kepada Yesus (ayat 1).
Tomas juga masih bingung, maka Tuhan Yesus menegaskan bahwa diri-Nya adalah jalan,
kebenaran, dan hidup. Melalui Dia, orang dapat mengenal kebenaran tentang Allah dan menemukan
hidup sejati dan abadi bersama Allah (ayat 5-6). Yesus juga menjelaskan siapa yang melihat Yesus
berarti melihat Bapa, karena Yesus di dalam Bapa dan Bapa di dalam Yesus (ayat 9-10). Seharusnya
mereka mudah untuk percaya, percaya akan pekerjaan yang Tuhan Yesus lakukan. Percaya kepada
Tuhan sebaiknya bukan hanya karena melihat keajaiban Tuhan saja. Apabila kita percaya Tuhan,
tentunya kita akan mengalami kebesaran Tuhan dalam hidup kita, apalagi meyakini Firman Tuhan
yang hidup dalam diri kita. Mari kita percaya kepada Tuhan.

Mari kita juga bersaksi. Kita bersaksi tentang karya Allah yang besar karena percaya kepada-
Nya. Mereka yang percaya kepada Dia akan melakukan pekerjaan yang Tuhan Yesus lakukan,

bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar. Tuhan Yesus mengatakan bahwa Filipus dan murid-
murid lainnya akan mampu melakukan apa yang sudah dan sedang Tuhan Yesus lakukan, yakni

memberitakan kabar baik (ayat 12). Mereka dapat melakukan hal-hal itu, karena anugerah Roh
Kudus (Yohanes 14:16). Tanggung jawab mereka yang percaya bukan sebatas percaya dan
bersyukur. Tetapi mewujudkan rencana-Nya. Maka Tuhan Yesus memberikan janji, yaitu Dia akan
melakukan apa yang kita minta dalam-Nya. Kita yang percaya, tentunya akan menggerakkan hati,
kehendak, perasaan dan wujud tindakan ketaatan kepada Dia. Mari kita bersaksi, wujud kita percaya
dan berkarya. Kita bersaksi bukan hanya karena perintah Tuhan, melainkan karena karya Allah yang
besar ada dalam diri kita. Mari bersaksi bagi Dia. Karya Allah yang besar menyertai kita. (DNL)