Injil: Pengharapan Bagi Semua Orang

Injil: Pengharapan Bagi Semua Orang

Artikel

Ayat Bacaan : Markus 1:29-39

Sekeluarnya dari rumah ibadat di Kapernaum di mana di sana Yesus mengajar dan mengusir roh jahat kemudian Ia bersama Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ternyata ibu mertua Simon terbaring sakit karena demam. Yesus pun menyembuhkannya. Rupanya kabar Yesus sebagai seorang yang mampu mengusir roh jahat dan juga menyembuhkan langsung tersebar di kota itu. Menjelang malam banyak orang sakit dan kerasukan setan dibawa untuk disembuhkan.

Dari kisah ini kita bisa belajar 3 hal:
1. Yesus berani melakukan hal yang tidak umum dilakukan yaitu menyembuhkan orang yang terpinggirkan. Banyak orang yang dibawa kepada Yesus adalah orang-orang yang tidak lagi mendapat tempat di masyarakat. Kebudayaan masyarakat waktu itu menunjukkan bahwa mereka yang sakit bukan hanya kehilangan kesehatannya, tetapi juga kehilangan statusnya di masyarakat. Orang sakit dari lahir, keturunan atau orang yang sakit kusta adalah orang-orang yang disembunyikan, disingkirkan, dikucilkan bahkan dianggap menjadi beban masyarakat.

2. Di tengah kesibukannya, Yesus masih mengambil waktu untuk berdoa (ay. 35). Artinya Yesus mengambil waktu teduh untuk mencari tahu kehendak Bapa. Doa menjadi kunci dalam kekuatan pelayanan-Nya.

3. Belajar dari Ibu mertua Petrus bahwa ia mempergunakan kesehatannya yang sudah pulih itu untuk melayani.Ia telahdipulihkanuntukmelayani.

Bukankah kita juga sama seperti ibu mertua Petrus yang sudah dipulihkan? Bukankah dalam Perjamuan Kudus ini kita diingatkan bahwa kita pun sudah dipulihkan dari kondisi kita yang semula tidak selamat hingga kita menerima keselamatan dari Pengorbanan Kristus sendiri? Lalu apa yang harus kita lakukan? Tuhan Yesus sudah memberikan teladan dan kita diajak melakukan hal yang sama yaitu mewartakan Injil dalam bentuk pelayanan kepada sesama. Yesus datang ke dunia mewartakan kabar gembira dan menyembuhkan berbagai penyakit dan kelemahan. Karya penyelamatan ini terbuka bagi setiap orang di segala tempat.

Hari-hari-Nya diwarnai oleh satu karakter dasar yaitu belaskasihan yang tak terbatas bagi yang lemah, yang sakit dan miskin. Inilah misi yang Yesus emban dan oleh Gereja diteruskan kepada kita. Tentu Yesus ingin menolong kita, supaya dapat menolong orang lain. Yesus tentunya ingin memakai setiap orang untuk membawa berita Injil-Nya kepada dunia yang terhilang dan memerlukan keselamatan. Maka milikilah keberanian untuk mau ikut melayani sesama demi Injil serta keberanian mengorbankan hak kita demi Injil tanpa menuntut upah. Sebab pelayanan tanpa pamrih perlu dilandasi dengan pengorbanan. 

Injil hari ini mengajar kita tentang bagaimana seharusnya hari-hari kita diisi. Ada karya pelayanan, ada saat refleksi dan doa. Ada saat berada bersama orang banyak untuk melayani, tetapi mesti ada juga saat untuk menarik diri ke tempat yang sepi. Dan seperti halnya Yesus, hendaknya kita tetap memiliki belaskasihan, empati dan perhatian kepada yang kecil, lemah, sakit dan terpinggirkan. Dengan demikian Injil menjadi pengharapan bagi semua orang. Imanuel. (Cis)