Taat Hukum Untuk Tuhan

Taat Hukum Untuk Tuhan

Artikel

Taat Hukum Untuk Tuhan

Lukas 2:21-40 

Momentum pergantian waktu, khususnya pergantian tahun, oleh sebagian orang dipergunakan sebagai titik pijak untuk melakukan sesuatu yang dipandang penting dan akan merubah hidup menjadi lebih baik. Contoh; bagi yang ingin menurunkan berat badan, pergantian tahun menjadi titik awal melakukan disiplin diet yang benar, yang sedang mengerjakan tugas akhir pergantian tahun menjadi pijakkan untuk lebih bersemangat mengerjakan tugas akhirnya, dll. Bagi siapapun pergantian masa bisa dipakai menjadi titik pijak untuk melakukan perubahan menuju kebaikan dan pembaharuan hidup. Kalau sejenak kita menoleh ke belakang, saat pergantian tahun 2016 ke 2017 cukup banyak orang yang menulis kata “RESOLUSI 2017” di media sosial. Hal itu memberikan kesan banyak orang ketika meninggalkan tahun lama dan memasuki tahun baru telah memiliki tekad yang bulat untuk melakukan sesuatu yang menjadi target yang harus diraih dalam hidupnya. Kini kata itu bisa ditulis ulang dengan tahun yang berbeda “RESOLUSI 2018”. Ketika kata itu ditulis, ada hal penting yang mestinya tidak diabaikan yaitu pondasi dan peruntukan dari resolusi itu. Apakah semata-mata hanya untuk pencapaian target pribadi atau ada sesuatu yang lebih dari itu. Sehingga resolusi bahkan kehidupan secara utuh di tahun 2018 menjadi berbeda dari yang sebelumnya. Apa yang dilakukan tokoh-tokoh bacaan kita semoga menolong kita memiliki dasar dan tujuan yang benar ketika melakukan apapun di tahun baru yang segera akan kita tapaki. 

Maria dan Yusuf membawa bayi Yesus ke Yerusalem serta melakukan beberapa hal yang berkaitan dengan ritus, bagi bayi Yesus. Mereka melakukan itu bukan semata-mata karena tanggung jawab sebagai orang tua 'manusiawi', tetapi karena ada hukum atau perintah Tuhan yang mewajibkan mereka melakukannya, ayat {21-24,39}. Sehingga perintah Tuhan telah menjadi dasar, dan ketaatan pada Tuhan telah menjadi tujuan, dari semua yang diperbuat oleh Yusuf dan Maria terhadap bayi Yesus. 

Simeon, disebut sebagai orang yang BENAR dan SALEH. Karena menjalani hidup dengan kriteria benar-saleh dengan tolok ukur pranata agama {hukum dan perintah Tuhan} menjadikan Simeon berkesempatan melihat dan merasakan atau mengalami keselamatan, dengan cara menatang bayi Yesus. Peristiwa mengalami keselamatan membuat Simeon tidak takut menghadapi dan masuk pada peristiwa yang umumnya menakutkan bagi banyak orang yaitu kematian, ayat 25-32. 

Nabiah Hana adalah sosok yang mencerminkan hidup TAAT dan SETIA kepada Tuhan, hal itu terwujud dalam ibadahnya yang tekun di Bait Allah baik siang maupun malam. Di dalam kesetiaan dan ketaatannya menjadikan Hana mampu menjadi saksi tentang keselamatan. Kesaksian itu dilakukan dengan mewartakan tentang bayi Yesus kepada semua orang yang sedang menantikan kelepasan, ayat {37-38}. 

Melalui tokoh Maria, Yusuf, Simeon dan Hana kita temukan sosok-sosok yang menjalani kehidupan tidak hanya sekadar hidup, serta hidup yang tidak hanya untuk diri sendiri. Tetapi hidup yang memiliki dasar dan tujuan yang tegas dan jelas. Yakni hidup yang didasarkan pada perintah atau hukum Tuhan, dengan tujuan untuk melayani kehendak Tuhan serta bersaksi tentang keselamatan yang Tuhan kerjakan. Tahun 2018 sesaat lagi akan kita masuki, melalui dasar dan tujuan hidup yang tegas dan jelas kita jalani tahun 2018 sebagai tahun taat hukum {Tuhan, negara, norma masyarakat, etika sosial} sebagai cerminan dari hidup yang sudah diselamatkan, dan untuk kemuliaan Tuhan. TUHAN MENUNTUN, MEMAMPUKAN DAN MEMBERKATI. Amin. (SWD)