BERSAKSI BERSAMA ROH ALLAH

BERSAKSI BERSAMA ROH ALLAH

Renungan

ROMA 8:12-25 

 

Siapakah di antara kita yang belum pernah merasakan takut atau khawatir? Misalnya takut menghadapi ujian sekolah atau tes wawancara kerja. Mungkin juga takut karena telah berbuat salah atau berbohong. Nah, berbicara soal ketakutan, rupanya Rasul Paulus melihat dan menemukan korelasi antara roh perbudakan yang membuat seseorang mengalami ketakutan, dengan Roh Allah yang membuat seseorang menjadi anak Allah dan berani berseru: ”ya Abba, ya Bapa!” Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah (ayat 15-16). Artinya, tidak perlu takut atau khawatir, sebab Roh Allah berdiam dalam diri kita dan kita tidak sendiri dalam menghadapi penderitaan zaman sekarang (ayat 18). Penderitaan zaman sekarang, adalah suatu kondisi atau keadaan dimana manusia masih harus berjuang mempertahankan keselamatan dan setia mengabarkannya kepada lebih banyak orang. Sesungguhnya dunia ini sangat rindu menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan (ayat 19). Itulah saat dimana anak-anak Allah menunjukkan diri sebagai anak Allah yang setia dan tidak membiarkan dirinya dicemari oleh kerusakan zaman. Contoh kerusakan zaman, misalnya kerusakan mental dan karakter karena narkoba. Jika para remaja, pemuda atau para artis sengaja menjerumuskan diri dan bermain-main dengan narkoba, maka anak-anak Allah adalah anak-anak yang mampu mengendalikan diri dan justru mampu memberikan perlindungan kepada lingkungan sekitarnya terhadap jerat narkoba. Contoh lain: jika korupsi pembangunan jalan mengakibatkan umur aspal tidak tahan lama dan cepat berlubang, maka anak-anak Allah tidak akan melakukannya. Mereka sadar bahwa penderitaan zaman adalah dampak dari keserakahan manusia atas perilaku korup yang dihidupi. Satu lagi: jika kita tahu bahwa bayaran tenaga kerja yang berada di bawah upah minimum dapat menyebabkan anggota keluarganya tidak bisa hidup layak, maka anak-anak Allah akan mengusahakan bayaran yang cukup agar semua pekerjanya dapat merasakan hidup layak. Mereka yang terus mengusahakan kebaikan demi kebaikan, adalah anak-anak Allah yang mampu bertahan di tengah penderitaan zaman dan bukan hanya itu, mereka bahkan berusaha melakukan pembebasan tubuh terhadap penderitaan (ayat 23).

Bersaksi bersama Roh Allah, berarti menyadari terlebih dahulu bahwa diri kita sudah dikuasai oleh Roh Allah dan Roh itu berdiam di dalam kita. Sebab kita telah diselamatkan di dalam pengharapan, dan pengharapan itu telah nyata (ayat 24). Dengan kata lain, orang yang mau bersaksi bersama Roh Allah, adalah orang yang bersedia memelihara keberadaan Roh Allah dalam dirinya. Dia sadar dan terus menjaga eksistensi Roh itu supaya semakin berkembang dan dirasakan oleh lebih banyak orang. Bersaksi bersama Roh Allah berarti menjadi rekan kerja Allah untuk menyatakan kemuliaanNya hingga akhir zaman. Selamat berjuang! (SAN).