MEMPEDULIKAN SEMUA CIPTAAN TUHAN

MEMPEDULIKAN SEMUA CIPTAAN TUHAN

Renungan

KEJADIAN 1:1-2:4a

 

...
Tepas asale pring
Pikulan asale pring
Walesane pancing asale pring Jangan bung asale pring
...
Pring padha pring
Eling padha pring
Eling dirine
Eling pepadhane
Eling patine
Eling Gustine
...

Edisi 24

Puisi di atas adalah kutipan puisi Ngelmu Pring karya rohaniwan-budayawan Sindhunata, SJ. Dia menyadarkan kita akan kehadiran ciptaan-ciptaan non manusia yang menopang kehidupan. Secara sederhana, dia menjejerkan peran bambu dalam kehidupan. Puisi itu sebenarnya panjang. Dia menyebutkan juga tentang lincak, pager, usuk, cagak, gedhek, tampar, tampah, serok, tenggok, dll., sebagai barang-barang yang berasal dari bambu. Itu baru satu jenis pohon. Tak terbilang jenis pohon lain yang menopang kehidupan. Bagaimana dengan binatang? Bagaimana dengan yang bukan makhluk hidup? Bagaimana dengan cahaya, cakrawala berisi udara yang memisahkan air (di atas) dengan air (di bawah), benda-benda penerang, tanah, dsb.? Kesemuanya adalah ciptaan non manusia yang mendahului manusia (Kejadian 1:1-25). Apalah arti manusia tanpa ciptaan yang lain? Namun manusia merasa begitu sempurna dengan akal budinya. Padahal dia begitu rapuh dan rentan. Terpapar sinar matahari saja, sudah ribut mencari topi, payung dan sun block. Terpercik hujan saja, segera menepi, lalu berteduh. Dihembus angin sebentar saja, segera memakai jaket, pelindung leher dan kaca mata. Entah disadari atau tidak, keberadaan manusia sebagai ciptaan terakhir, sejatinya justru mengingatkan kita akan kerapuhan. Mungkin kita berkilah, bukankah di akhir kisah penciptaan, kita jumpai sabda: ”..., sungguh amat baik” (Kejadian 1:31)? Ya, tetapi sabda itu tidaklah menunjuk kepada manusia saja. Perhatikanlah kalimat yang mendahuluinya: ”Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.” Sabda itu menunjuk kepada seluruh ciptaan, yaitu segala yang dijadikan-Nya.

Sebenarnya sudah tak ada alasan lagi untuk tidak mempedulikan semua ciptaan. Ciptaan-ciptaan non manusia, bukanlah ciptaan pelengkap (penderita) bagi manusia. Ciptaan-ciptaan non manusia, adalah penunjang dan penopang hidup manusia. Mereka harus dijaga, diperhatikan dan dilestarikan demi kelangsungan bumi ini (bukan sekedar demi manusia saja). Syukur kepada Tuhan, bahwa akhir-akhir ini gereja terus berbenah. Jemaat secara rutin melakukan kerja bakti. Tanah belakang gereja tak lagi berilalang, bahkan telah diberi kolam ikan. Tempat sampah baru, ada di beberapa titik. Pohon-pohon peneduh akan diremajakan. Ada juga anggota komisi yang belajar tentang pengolahan sampah. Mari terus beraksi dan terus peduli. Sampaikan ide dan gagasan untuk semakin mempedulikan semua ciptaan. (SAN)