Karya Roh Kudus Tidak Membingungkan

Karya Roh Kudus Tidak Membingungkan

Renungan

Kis 2:1-13

 

Umat Israel dengan keyakinan Yahudinya memiliki tiga hari raya yang sangat penting, yaitu Paskah, Pentakosta dan Pondok Daun. Karena pentingnya hari raya itu maka berlaku ketentuan setiap laki-laki dewasa yang tempat tinggalnya tidak lebih 20 mil dari Yerusalem mereka harus datang ke Yerusalem. Namun ketentuan ini tidak menjadi penghalang bagi mereka yang tinggal lebih jauh dari 20 mil, bahkan yang tinggal di luar negeri {9-11} untuk masuk ke Yerusalem dengan maksud ikut merayakan tiga hari besar itu.

 

Dalam narasi Kisah Para Rasul 2:1-13, setidaknya ada dua hal penting yang terjadi dalam perayaan Pentakosta, ketika Roh Kudus yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus kepada para murid dan pengikutNya digenapi di Yerusalem. Yang Pertama; mereka berbicara dalam bahasa lain {4}, yakni bahasa yang tidak dipakai dalam keseharian. Makna yang bisa kita hadirkan dalam hal ini adalah adanya perubahan dalam hidup sehari-hari. Sebab diterimanya Roh Kudus telah menjadikan mereka mengalami perubahan dan mampu meninggalkan kebiasaan sehari-hari. Jadi hidup di dalam dan bersama Roh Kudus adalah adanya kesediaan untuk terus menerus diperbaharui dan memperbaharui diri setiap hari.

 

Yang Kedua; ketika orang Galilea berbicara tentang perbuatan-perbuatan Allah dengan menggunakan bahasa Aram {6-11}, didengar oleh orang-orang yang berasal dari perantauan di luar negeri, seperti menggunakan bahasa sehari-hari mereka di perantauan, padahal orang-orang yang merantau itu ada di wilayah yang berbeda dengan bahasa yang berbeda-beda pula. Hal yang demikian ini menegaskan bila Roh Kudus yang berkenan memakai manusia untuk mengungkapkan pekerjaan Allah, sejatinya bisa dipahami oleh siapapun dengan tidak terbatasi oleh sekat apapun juga. Dari kisah ini jelaslah bila karya Roh Kudus itu tidak membuat orang menjadi bingung, sebaliknya justru membuat orang menjadi mengerti karya kasih Allah. Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri, jika Roh Kudus telah dicurahkan untuk manusia maka sesungguhnya Allah bersedia terus hadir menyertai umatNya. Tanda dari hidup rela disertai Allah adalah melalui apapun yang diperbuat, tidak mengakibatkan orang lain mengalami kesulitan, beban, dan hambatan hidup. Tapi justru membuat orang lain mengerti dan merasakan karya kasih Allah.

 

Selamat merayakan PENTAKOSTA, selamat menerima curahan Roh KudusNya, dan selamat mewujudkan karyaNya dalam kehidupan sehari-hari. (SWD)