Sejarah GKJ Gondokusuman

church

Gedung gereja ini adalah gedung gereja kedua, yang mulai ditempati beribadah pada 11 Desember 1930. Sebelumnya gedung gereja pertama berada di Jl. Gondokusuman (sekarang Jl. Jend. Sudirman) dan dikenal karena gambar ayam jantan di menaranya. Gedung gereja ini mewadahi jemaat kristen di sekitar Gondokusuman yang adalah buah pelayanan zending dari Gereja Gereformeed di Amsterdam. Jemaat yang bertumbuh pessat seiring dengan berkembangnya Rumah Sakit Petronella (sekarang RS Bethesda) dan sekolah-sekolah (sekarang BOPKRI dan Duta Wacana) dinyatakan dewasa pada Minggu, 23 November 1913, bersamaan dengan diteguhkanya empt orang tua-tua dan dua orang diaken.

Dalam pertumbuhannya, jemaat Gondokusuman menahbiskan Pendeta pertamanya pada 29 April 1926 dalam diri Ponidi Sopater. Pada masa-masa selanjutnya, terus memanggil pelayan berjabatan Pendeta sesuai kebutuhan sehingga sampai sekarang telah mendahbiskan/meneguhkan 18 (delapan belas) orang Pendeta jemaat (yang beberapa diantaranya kemudian ditugaskan di LPK, STT Duta Wacana, atau STT Jakarta) dan mengutus 3 (tiga) orang Pendeta Pelayanan Khusus di Rumah Sakit Bethesda. Ketika didewasakan tercatat warga gereja sejumlah 569 orang. Kini jumlah itu tercatat 7334 orang. Dalam perjalanan khiupan bergerejanya, GKJ Gondokusuman telah mendewasakan 8 (delapan) pepanthannya, yaitu dibagi dalam beberapa sektor sesuai jumlah Pendeta Jemaat Aktif yang melayani. Ibadah yang dahulu diawali dengan sekali setiap hari Minggunya, kini dilaksanakan enam kali:sekali pada hari Sabtu dan lima kali pada hari Minggu.

Ditengah pergumulan hidup bersama, GKJ Gondokusuman berusaha menjawab kebutuhan zaman dengan berbagai badan pelayanan. Dua yang masih ada hingga sekarang adalah Panti Asuhan Rekso Putro (bagian Putra dan Putri) di bawah koordinasi Badan Sosial Kristen (BSK) dan Panti Wreda di bawah koordinasi Diakonia. Selain itu dalam diri Yayasan Sawokembar, pelayanan melalui Sekolah Musik dan Pelayanan Advokasi masih berjalan.

Sebagai organisasi yang terus bertumbuh, GKJ Gondokusuman pun bertumbuh dalam iman dan pengetahuan. Pada usia yang lebih dari seabad ini, GKJ Gondokusuman bervisi menjadi gereja yang bertmubuh dalam kristus untuk mewartakan dan mewujudkan damai sejahtera bagi warga gereja, dan masyarakat melalui semua aspek kehidupan untuk menghadapi perubahan zaman. Menerjemahkan visi itu, misi yang diemban adalah membangun kebersamaan dan menumbuhkembangkan solidaritas dalam masyarakat majemuk berdasarkan nilai-nilai kebenaran Alkitab untuk melaksakan kesaksian dan pemeliharaan iman. Semua itu diwarnai dengan nilai kasih, kebersamaan, keadilan, dan integritas.

Berusaha terus menerjemahkan visi, misi, dan nilai, bidang pelayanan pun terus diperbaiki dan diperbaharui. Menantikan hasil evaluasi kinerja, susunan bidang pelayanan saat ini adalah:

  1. Bidang Ibadah (Komisi Kebaktian, Pendukung Kebaktian, Seni Budaya)
  2. Bidang kesaksian dan Pelayanan (Komisi Pekabaran Injil, Pendidikan, Pralenan, Diakonia, Sawokembar Emergency)
  3. Bidang Pembinaan Warga Gereja (Komisi Anak, Remaja, Pemuda, Dewasa Muda, Dewasa, Adiyuswa, Pengaderan, pembinaan Warga jemaat)
  4. Bidang Penatalayanan (Komisi Pembangunan, Pemeliharaan Inventaris Gereja)
  5. Bidang Perencanaan dan Litbang
  6. Bidang Pengawasan dan Pemeriksanaan

Dengan terus menengadah ajaran Terang Dunia (Tumengeng Wulang Pranawaning Jagad - tulisan di bagian depan gedung gereja) dan menghayati kasih Tuhan yang disaksikan dlam Yohanes 3:16 (tulisan jawa diatas mimbar), GKJ Gondokusuman melangkah dalam kemandirian dan kebersamaan - dengan Klasis Yogyakarta Selatan, Sinode GKJ, dan lingkup yang lebih luas.